Kurnia Dewi Mulyani
Program Studi S1 Teknik Pertambangan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember
Imam Achmad Sadisun
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung (ITB)
Adrin Tohari
Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Fanteri Aji Dharma Suparno
Program Studi S1 Teknik Pertambangan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember
Entin Hidayah
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember
Indra Nurtjahjaningtyas
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember
Gaizka Rabbani Riady
Program Studi S1 Teknik Pertambangan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember
Keywords: Curah hujan, kestabilan lereng, tekanan air pori, Bendungan Tugu
ABSTRACT
Kejadian longsoran yang dipengaruhi hujan sering terjadi di Indonesia. Hujan dipahami sebagai faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan tekanan air pori dan kenaikan muka air tanah. Penelitian ini menggunakan data pengeboran, sifat mekanik, curah hujan, kondisi hidrogeologi, dan data gempa. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis numerik untuk pemodalan aliran air dan analisis kestabilan lereng dengan kesetimbangan batas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hujan pemicu longsoran di area saluran pelimpah. Hasil penelitian menunjukkan longsoran yang terjadi merupakan longsoran dangkal, dengan kedalaman bidang gelincir 3 meter dibagian atas lereng dan 7 meter dibagian bawah lereng. Bidang gelincir longsoran memiliki bentuk rotasional. Material penyusun longsoran terdiri dari tanah dan batuan yang berasal dari pelapukan batuan vulkanik. Penampang bawah permukaan menunjukkan bahwa terdapat kontak antara breksi tufan lapuk sedang dan breksi tufan lapuk tinggi yang berperan sebagai bidang gelincir. Geologi lereng tersusun dari lava andesit-basaltik, breksi tufan lapuk sedang dan breksi tufan lapuk tinggi. Longsoran dangkal terjadi setelah dipengaruhi hujan hari-hari sebelumnya yang mempengaruhi peningkatan tekanan air pori. Proses terjadinya longsoran diawali dengan munculnya rekahan tarik. Hasil analisis menunjukkan pengaruh curah hujan tinggi secara drastis mempengaruhi penurunan matric suction pada lereng yang menyebabkan terbentuknya rekahan tarik. Pemodelan dilakukan dengan dua simulasi yaitu simulasi dengan pengaruh hujan pendahuluan durasi 47 hari dan pengaruh hujan durasi 10 hari dengan kondisi awal sama. Hasil analisis menunjukkan hujan pendahuluan 47 hari mempengaruhi terjadinya longsoran dibandingkan dengan curah hujan pendahuluan selama 10 hari. Hasil pemodelan durasi 10 hari memiliki nilai faktor keamanan yang lebih tinggi, menunjukkan tidak sesuai keadaan di lapangan karena mengabaikan kondisi hidrogeologi hari sebelumnya. Mekanisme terjadinya longsoran pada area penelitian dipengaruhi oleh tekanan air pori, rekahan tarik dan gempa bumi sehingga didapatkan faktor keamanan sebesar 0,986.
REFERENCES
Chleborad, A. F., Baum, R. L., dan Godt, J. W. (2006): Rainfall thresholds for forecasting landslides in the Seattle, Washington, area: exceedance and probability, US Geological Survey Open- File Report, 1064, 31.
Dharmawansyah (2017): Alternatif perkuatan lereng pada ruas jalan Ponorogo-Trenggalek, Jurnal Tambora, 2, 42-69.
Freeze, R. A. dan Cherry, J. A. (1979): Groundwater, Prentice-Hall, Inc., Englewood Cliffs, New Jersey 07632
Hu, M., Wang, R., dan Shen, J. (2011): Rainfall, landslide and debris flow intergrowth relationship in Jiangjia Ravine, Journal of Mountain Science, 8, 603-610.
Irawan, A. M., Virgianto, R. H., Safril, A., Munawar, Gustono, S. T., dan Putranto, N.D.(2019): Rainfall threshold and soil moisture indexes for the initiation of landslides in Banjarmangu sub-district, Central Java, Indonesia, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 243, 1-9.
Nafarzadegan, A. R., Talebi, A., Malekinezhad, H., dan Emami, N. (2013): Antecedent rainfall thresholds for the triggering of deep-seated landslide, Ecopersia, 1, 23 - 29.
Penggalih, R.R.P. (2017). Penilaian kestabilan lereng di sekitar jalan raya Ponorogo-Trenggalek KM.23 melalui analisa data self-potensial menggunakan continous wavelet transform, Skripsi Program Sarjana, Institut Teknologi Surabaya, 25-30.
Rahardjo, H., Li, X.W., Toll, D.G., dan Leong, E.C. (2001): The effect of antecedent rainfall on slope stability, Geotechnical and Geological Engineering, 19, 371-399.
Highland, L. dan Bobrowsky, P. (2018): Landslide types, 6-7 dalam Sassa, K., Guzetti, F., Yamagishi, H., Arbanas, Z., Casagli, N., Mcsaveney, M., dan Dang K., ed., Landslide Dynamics: ISDR-ICL landslide interactive teaching tools, 603 hal., Springer international publishing AG, Switzerland.
Sucahya, Ary, M., Hendrawan, Primantyo, A. (2020). Kajian Tentang Alternatif Struktur Penahan Untuk Mengatasi Masalah Pergerakan Tanah Pada Jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Jurnal Pengairan, 3, 5-11.
Tohari, A. dan Sarah, D. (2006): Assesment of the stability of steep volcanic residual soil slopes under rainfall infiltration, Media Teknik Sipil. 6, 95-102.
Uchida, T., Sakurai, W., dan Okamoto, A. (2017): Historical pattern of heavy rainfall event and deep-seated rapid landslide occurance in Japan: insight for effect of climate changes on landslide occurance, Workshop on World Landslide Forum, 251-257.
Vallejo, L. G., Hijazo, T., dan Ferrer, M. (2008): Engineering geological properties of the volcanic rocks and soil of the Canary Islands, Soils and Rocks, 31, 3-13.
Winarto, I. (2020): Analisis kestabilan lereng tanah residual batuan vulkanik menggunakan metode kesetimbangan batas: studi kasus di Cibitung, Pengalengan, Jawa Barat, Tesis Program Magister, Institut Teknologi Bandung, 50-52.
Peta zona kerentanan gerakan tanah Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, diperoleh melalui situs internet: https://vsi.esdm.go.id/gallery/picture.php?/169/category/17. Diunduh pada tanggal 02 Februari 2020.
PUBLISHED
2026-06-28
ISSUE
Vol. 7 No. 1 (2026)
PAGES
40–50
SECTION
Articles
LICENSE
Copyright (c) Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
HOW TO CITE
Mulyani, K. D., Sadisun, I. A., Tohari, A., Suparno, F. A. D., Hidayah, E., Nurtjahjaningtyas, I., & Riady, G. R. (2026). Analisis Pengaruh Hujan Terhadap Kestabilan Lereng Bangunan Pelimpah Bendungan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral, 7(1), 40-50. https://doi.org/10.19184/jeneral.v7i1.60012