Rifki Asrul Sani
Program Studi D-III Teknik Pertambangan, Politeknik Islam Syekh Salman Al-Farisi
Siti Nurhidayah
Program Studi D-III Teknik Pertambangan, Politeknik Islam Syekh Salman Al-Farisi
Rexanda Saveta
Program Studi D-III Teknik Pertambangan, Politeknik Islam Syekh Salman Al-Farisi
Keywords: Crushing Plant, kepatuhan, Alat Pelindung Diri (APD)
ABSTRACT
Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam kegiatan pertambangan, salah satunya melalui kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang bersifat wajib. Seiring dengan hasil pemantauan terkait tingkat kepatuhan karyawan yang mengalami penurunan, maka diperlukan observasi lanjutan sebagai bahan evaluasi untuk mengurangi Kondisi Tidak Aman (KTA) dan Tindakan Tidak Aman (TTA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) wajib pada area Crushing Plant di PT. ABC. Penelitian dilakukan selama dua bulan melalui metode observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada 100 pekerja operator dump truck dari lima kontraktor yang berbeda, dengan komposisi rata-rata >30% dari masing-masing kontraktor yang dapat diwawancarai, serta waktu bekerja pada shift siang. Fokus penelitian diarahkan pada penggunaan APD wajib area Crushing Plant, yaitu sepatu keselamatan, helm, dan rompi reflektor. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan tertinggi terdapat pada penggunaan sepatu keselamatan, sementara penggunaan helm dan rompi reflektor masih tergolong rendah, terutama pada kontraktor PT. Teta yang hanya mencapai 50%. Hasil kuesioner mengungkapkan bahwa 65% responden tidak menggunakan APD karena merasa tidak nyaman, 14% menyatakan APD tidak layak pakai, dan 21% merasa geraknya terbatas saat mengenakan APD. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pekerja antara lain kenyamanan, kelayakan APD, kurangnya pengawasan dari atasan, serta tidak adanya sanksi tegas terhadap pelanggaran. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara tingkat kesadaran pekerja dengan perilaku aktual di lapangan, di mana sebagian pekerja tetap mengabaikan penggunaan APD saat tidak berada dalam pengawasan langsung.
REFERENCES
Aprilianti, Y.W.K., Ratriwardhani, R.A., Hakim, A., dan Fassya, Z. (2022). “Literature Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan APD”. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(2), 113-117.
Ardian, L. (2019). Determinan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Bagian Produksi 1 Shift 1 PT. Kutai Timber Indonesia Kota Probolinggo. Digital Repository Universitas Jember, hal. 1-99. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/92464.
Geller, E. S. (2001). The Psychology of Safety Handbook. Lewis Publishers.
Herlina, Asfian. P, dan Prasetya, F. (2020). “Pengaruh Toolboxtalk terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Proyek Konstruksi X Kota Kendari”. Jurnal JK3UHO, 1(1), 36-41.
Indragiri, S., dan Salihah, L. (2020). “Hubungan Pengawasan dan Kelengkapan Alat Pelindung Diri dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri. Jurnal Kesehatan, 10 (1), 1238-1245.
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2010). Permenakertrans No. PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2018). Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik.
Liambo, I. S., Yasnani, dan Munandar, S. (2017). “Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Tenaga Teknisi PT PLN (Persero) wilayah Sulselrabar – sektor pembangkitan Kendari Unit PLTD Wua-Wua Kota Kendari”. Jurnal JIMKESMAS, 2 (6), 1-9.
Muslim, F.O., Aulia, A, Faradisha, J. dan Efendi, M. (2023). “Persepsi Penggunaan Alat Perlindungan Diri pada Pekerja Kayu Loop di CV. X”. Jurnal Kesehatan Lentera ‘Aisyiyah, 6 (1), 719-723.
Nurfadilla, S., Zainuddin, A., dan Prianti, I.A. (2025). “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan APD pada Pekerja di Area Tambang PT. X Konawe Selatan Tahun 2023”. Jurnal JK3UHO, 6 (2), 99-107.
Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ramli, S. (2010). Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Jakarta: PT. Dian Rakyat
Riana, M. (2021). “Literature Review: Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja Industri”. Juitech, 3(2):6.
Rizkiani, D. O. (2011). Analisis Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Laboratorium PPPTMGB Lemigas Jakarta Tahun 2011. Skripsi, Universitas Indonesia, Depok.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suma’mur, P. K. (2013). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Jakarta: Sagung Seto.
Tarwaka. (2014). Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.
Yuliani, I., dan Amalia, R. (2019). “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pekerja dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)”. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(1), 14-19.
PUBLISHED
2026-06-28
ISSUE
Vol. 7 No. 1 (2026)
PAGES
17–27
SECTION
Articles
LICENSE
Copyright (c) Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
HOW TO CITE
Sani, A. R., Nurhidayah, S., & Saveta, R. (2026). Analisis Tingkat Kepatuhan dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri di Crushing Plant PT. ABC Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral, 7(1), 17–27. https://doi.org/10.19184/jeneral.v7i1.60008