Arif Arif
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sembilanbelas November Kolaka
Muhammad Fadel Maulana
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sembilanbelas November Kolaka
La Ode Dzakir
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sembilanbelas November Kolaka
Nurfasiha Nurfasiha
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sembilanbelas November Kolaka
Keywords: Produktivitas, Overall Equipment Effectiveness, Alat Gali Muat, Overburden
ABSTRACT
Proses pengupasan overburden bergantung pada kinerja alat gali muat untuk mencapai target produksi. Namun, kendala operasional dan penggunaan alat berat yang tidak optimal menjadi penghambat efisiensi produksi. Overall Equipment Effectiveness (OEE) menilai ketersediaan, efisiensi performa, dan tingkat kualitas peralatan, serta memberikan dasar untuk perencanaan pemeliharaan dan peningkatan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas alat gali muat guna memaksimalkan waktu kerja alat pada proses pengupasan overburden di PT. Berkah Bakti Guna. Salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE), yang dapat mengukur berbagai jenis kehilangan dan mengidentifikasi potensi perbaikan. Selain itu, metode fishbone digunakan untuk menganalisis sebab-akibat yang menyebabkan ketidakefisienan dalam produksi pengupasan overburden. Selanjutnya, upaya perbaikan dilakukan dengan menerapkan metode 5W+1H untuk mengatasi kehilangan waktu yang terjadi. Setelah dilakukan analisis dan perbaikan pada proses pengupasan overburden di PT. Berkah Bakti Guna, diperoleh hasil bahwa produktivitas alat gali muat Excavator Caterpillar 320 GX dan Excavator Kobelco SK 200 pada bulan Mei 2024 mencapai 27.059,44 BCM. Angka ini menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 82% dibandingkan dengan nilai sebelumnya yang hanya 14.858,14 BCM. Meskipun demikian, nilai OEE alat gali muat setelah perbaikan tercatat sebesar 43% dan 42%, yang masih lebih rendah dari standar kelas dunia yang mengharuskan nilai OEE ≥ 85%.
REFERENCES
Daman, A., & Nusraningrum, D. (2020). Analysis Of Overall Equipment Effectiveness (OEE) On Excavator Hitachi EX2500-6. 1(6). https://doi.org/10.31933/DIJEMSS
Hamzah, T. T. N., & Momon, A. (2023). Analisis Total Productive Maintenance (TPM) Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Mesin Injection 2500T New Di PT. XYZ. Jurnal Serambi Engineering, 8(1). https://doi.org/10.32672/jse.v8i1.4996
Haryati, E., Dahlan, K., Mantiri, S. Y. Y., & Singir, B. (2021). Profil Dan Karakteristik Mineral Nikel Laterit Di Daerah Angkasapura, Kota Jayapura, Papua, Indonesia. Jurnal Fisika, 11(2), 95–104. https://doi.org/10.15294/jf.v11i2.33067
Hutabarat, M. M., & Muhsin, A. (2020). Analisis Tingkat Efektivitas Kerja Pada Mesin Auto Hanger Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Opsi, 13(1), 56. https://doi.org/10.31315/opsi.v13i1.3468
Kartika, H., & Bakti, C. S. (2019). Analisa Produktivitas Sistem Perawatan Mesin Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness (Oee) Di PT.YMN. Jurnal Ilmu Teknik Dan Komputer, 3(1), 31. https://doi.org/10.22441/jitkom.2020.v3.i1.004
Rahmi, H., & Nelvi, A. (2022). Komparasi Optimalisasi Peralatan Mekanis Pada Kegiatan Pengupasan Overburden Menggunakan Metode Kapasitas Produksi Dan Metode Overall Equipment Effectiveness (Oee). Jurnal Sains Dan Teknologi Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Teknologi Industri, 22(2), 315. https://doi.org/10.36275/stsp.v22i2.529
Sepfitrah, Pranoto, S., Rizal, Y., & Rinaldi, R. (2022). Tinjauan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Produksi Kertas Terhadap Standar JIPM. Jurnal Aptek, 14(2), 75–82. https://doi.org/10.30606/aptek.v14i2.1112