Zan Adinda Puspita Tri Lestari
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Riria Zendy Mirahati
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Keywords: Aachen Assissted Leaching (AAL); Persen Ekstraksi; Oksigen Terlarut (DO)
ABSTRACT
Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA merupakan badan layanan umum masyarakat yang menangani pengujian mineral dan batubara. Lembaga penelitian ini bergerak berdasarkan keinginan dari pelanggan. Salah satu project yang dilakukan adalah menguji persen ekstraksi bijih emas sulfida dengan menggunakan metode Aachen Assissted Leaching (AAL). Penggunaan metode ini dilakukan sebelum proses pelindian atau yang dikenal dengan proses pre-treatment pelindian emas. Proses ini menggunakan reaktor Aachen, kinerja dari reaktor ini adalah dengan meningkatkan kadar oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen (DO) sebanyak 20-30%. Kandungan mineral pengikut pada bijih emas sulfida seperti silika dan sulfur akan mengakibatkan proses pelindian tidak optimal karena sulit dihilangkan tanpa pre-treatment khusus. Cara kerja kadar oksigen terlarut pada pre-treatment ini adalah dengan mengikis lapisan film fluida pengotor. Semakin menipis lapisan film fluida pengotor akan menjadikan reaksi sianidasi pada proses pelindian semakin cepat sehingga dapat meningkatkan persen ekstraksi pelindian emas. Sebagai pembanding didapatkan juga sample Basecase yang merupakan slurry bijih emas yang tidak dilakukan pre-treatment Aachen Assisted Leaching (AAL). Penggunaan Aachen Assissted Leaching (AAL) dapat memberikan alternatif sebagai metode pre-treatment pelindian emas yang optimal, hal tersebut ditunjukkan hasil persen ekstraksi pada sample Aachen Assissted Leaching (AAL) mencapai 98%. Hasil tersebut memiliki perbedaan yang cukup tinggi dengan sample Basecase dengan persen ekstraksi 93%.
REFERENCES
Arham, L. O., Mufakhir, F. R., & Saputra, H. (2020) “Studi Ekstraksi Bijih Emas Asal Pesawaran dengan Metode Pelindian Agitasi dalam Larutan Sianida,” Journal of Science and Applicative Technology, 4(2), 103-109
Ariyanti, D., & Syaifuddin, M. (2019) “Ekstraksi Au dari Batuan Mineral dengan Hidrometalurgi Aerasi-Sianidasi serta Kajian Perbandingan Efektivitasnya pada Berbagai Metode dan Pelarut,” Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia, 4(2), 115-122.
Flatman, P., Lotz. (2015) "Aachen Reactors, A Proven System to Realize Hidden Economic Potentials, " Maelgwyn Mineral Servive Ltd, United Kingdom
Handayani, Sri dan Suratman. (2017) “ Biooksidasi: Teknologi Alternatif Pengolahan Bijih Emas Refraktori,” Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol. 13 No. 3 Hal 197-211, Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Bandung, Jawa Barat.
Meybodi, S. M., Heydari, M. A., Nejad, I. G., Mobini, M. and Salehi, M. (2013) “Facilitate of gold extracting from Moutech refractory gold ore using indigenous bacteria,” International Journal of Bio-Inorganic Hybrid Nanomaterials, 2(2), pp. 365–371.
Shumilova, L. V. (2016) “Mineral and technogenic raw materials processing and concentration,” Mining Science and Technology, 1, pp. 3–13.
Zhang, Feng, Y. dan Li, H. (2016) “Enhancement of bio-oxidation of refractory arsenopyritic gold ore by adding pyrolusite in bioleaching system,” Transactions of Nonferrous Metals Society of China, 26(9), pp. 2479–2484.