Fanteri Aji Dharma Suparno
Universitas Jember
Zahrah Febianti
Universitas Jember
Keywords: curah hujan, dewatering, sump, pompa, kolam pengendapan
ABSTRACT
Salah satu kegiatan penting yang dilakukan pada usaha pertambangan adalah sistem penyaliran tambang. Tujuan penelitian adalah untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang agar proses penambangan tidak terganggu. Adapun metode yang digunakan untuk menghitung curah hujan rata-rata dan volume air limpasan yang masuk ke sumuran serta luas kolam pengendapan yang dibutuhkan, yaitu dengan menggunakan metode distribusi Gumbel, metode monobe, dan untuk perhitungan debit limpasan menggunakan metode empiris dan rasional. Dari hasil penelitian curah hujan rata-rata maksimum pada lokasi penelitian yaitu 142.27mm, curah hujan rencana diambil periode ulang 15 tahun sebesar 82.94 mm/jam serta debit limpasan maksimum yang masuk diestimasikan sebesar 6.92 m3/s yang akan masuk ke sump. Jumlah pompa yang digunakan dua unit (2) dengan kapasitas 1000 m3/hari. Jadi untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang dibutuhkan kapasitas kolam sebagai tempat pengendapan sebesar 120.52 m3.
REFERENCES
Marsden, J., & House, I. 2006. The chemistry of gold extraction. SME.
PT. JRBM. 2023. Data PT. J Resources Bolaang Mongondow.
Widara, M. R. 2017. Perbandingan Hasil Logam Emas Pada Pengolahan Bijih Emas Dengan Metode Sianida (Heap Leaching) Berdasarkan Perbedaan Ukuran Butir Umpan. ReTII.
Yannopoulos, J. C. 1991. The Extractive Metallurgy of Gold Extractive of Gold.